
Eramedinfo - Kabar duka datang dari KPU Kabupaten Probolinggo. Seorang Petugas Pemungutan Suara (PPS) meninggal karena kelelahan setelah tidak tidur selama 2 hari 2 malam.
Petugas yang meninggal bernama Lilan Suwandi (46), warga RT Dusun Kebonan RT / RW 003/001, Desa Ganting Wetan, Kecamatan Maron. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lilan meninggal saat dirawat di ICU Rumah Sakit Waluyo Jati Kraksaan, Sabtu (27/4) sekitar pukul 8.45 malam. WIB.
Lilan diketahui dirawat di rumah sakit pada hari setelah kondisi kesehatannya terus menurun sejak pemilihan 17 April.
Baca Juga : Hasil Real Quick Count KPU Pilpres 2019
Sesampainya di Rumah Sakit Waluyo Jati, tim medis segera menyarankan agar Lilan dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU). Namun setelah beberapa jam, korban dilaporkan telah menghembuskan nafas terakhirnya.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Probolinggo Lukman Hakim menyebut almarhum anggota PPS yang berdedikasi tinggi selama pemilihan. Karena setelah proses rekapitulasi suara di tingkat PPK Maron, almarhum juga membawa kotak suara ke KPU.
Menurut Lukman, almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak tercinta. Anak pertama memiliki keluarga. Sedangkan anak kedua masih duduk di sekolah dasar.
Baca Juga : Dengan GPU NVIDIA GeForce GTX Ti, Laptop Gaming akan Dibanderol Lebih Murah
"Tentunya KPU Kabupaten Probolinggo berduka atas kematian Anggota PPS Desa Ganting Wetan, Bpk. Lilan Iswandi. Semoga semua amal agamanya diterima oleh Allah dan mengampuni segala dosanya. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, ketabahan dalam menghadapi bencana ini, "kata Lukman, Minggu (28/4/2019).
Lukman menekankan bahwa Lilan tidak memiliki riwayat penyakit apa pun sebelumnya. Lilan meninggal karena kelelahan. Ketika proses penghitungan terjadi, korban tidak tidur 2 hari 2 malam.
"Korban tidak memiliki riwayat penyakit, korban meninggal karena kelelahan, dan tidak tidur 2 hari 2 malam," tutup Lukman.
0 Response to "Petugas PPS di Probolinggo Meninggal Setelah 2 Hari 2 Malam Tak Tidur "
Post a Comment